Puluhan Tahun Jalan Reteh-Keritang Rusak Tak Tuntas Diperbaiki, Warga: Mana Pemerintah

  • Minggu, 12 Juli 2026 - 16:20 WIB

KLIKMX.COM, KERITANG - Telah puluhan tahun kondisi ruas jalan penunjang yang berada di Kecamatan Reteh dan Kecamatan Keritang mengalami kerusakan sangat parah dan tak pernah tuntas diperbaiki.

Salah satunya yang kini menjadi sorotan masyarakat berada di Jalan Penunjang Seberang Pembenaan, yang menghubungkan Kota Baru dengan Pulau Kijang, Kecamatan Reteh, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).

Honda Juni 4

Ruas jalan tersebut tampak dipenuhi lubang besar dan kubangan lumpur yang menutupi hampir seluruh badan jalan, sehingga kendaraan harus bergerak sangat pelan untuk menghindari terperosok.


Dalam sebuah video yang viral di media sosial, terlihat antrean kendaraan roda dua maupun roda empat harus bergantian melintasi jalan yang rusak. 

Bahkan, sebuah mobil pikap sempat terjebak di dalam kubangan karena roda kendaraannya masuk ke lubang yang cukup dalam. Kondisi itu membuat aktivitas masyarakat terganggu dan perjalanan menjadi lebih lama.

Warga Seberang Pembenaan, Edi Samsudin, mengaku kerusakan jalan tersebut sudah berlangsung puluhan tahun. Hingga kini, menurutnya, belum ada perhatian serius dari pemerintah untuk memperbaiki akses yang menjadi jalur utama masyarakat.


"Tidak ada perhatian sedikit pun dari pemerintah, jalan kami dibiarkan rusak, padahal kami bayar pajak juga," ungkap Udin, Ahad (13/7/2026).

Udin mengatakan, beberapa kali memang pernah dilakukan perbaikan. Namun, pekerjaan tersebut dinilai tidak tuntas sehingga kerusakan kembali terjadi dalam waktu singkat.

Bahkan, kata dia, ada ruas jalan yang hanya disemenisasi pada sebagian badan jalan, kemudian pekerjaannya berhenti dan tidak pernah dilanjutkan hingga puluhan tahun.

"Kalau pun ada perbaikan, dikerjakan setengah hati. Ada jalan yang disemenisasi hanya separuh, lalu dibiarkan sampai puluhan tahun tidak dilanjutkan lagi," ujarnya.

Ia menilai kondisi tersebut sangat menyulitkan masyarakat, terutama saat musim hujan. Jalan berubah menjadi kubangan lumpur yang licin dan membahayakan keselamatan pengguna jalan, termasuk anak-anak yang setiap hari berangkat ke sekolah.

"Kasihan warga, anak sekolah, apalagi kalau pas hujan. Lumpur semua, jalan licin," ucapnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh warga Desa Sanglar, Kecamatan Reteh, Masril. ''Daerah Sanglar, jalannya juga rusak parah. Kami sangat kecewa dengan pemerintah dan anggota dewan. Kalau waktu kampanye bukan main janjinya, tapi setelah terpilih. Kini entah ke mana,'' kata Masril.

Ia menyebut telah selama puluhan tahun ruas Jalan Penunjang di daerahnya tak kunjung tuntas diperbaiki. Kalau ada perbaikan, terkesan sekadarnya saja.

''Mana pemerintah. Apakah tak punya hati nurani lagi dengan kesusahan yang dialami masyarakat daerah ini,'' pungkasnya.

Para warga berharap pemerintah segera mengambil langkah nyata untuk memperbaiki ruas jalan tersebut secara menyeluruh, agar mobilitas masyarakat kembali lancar dan aman.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PUPR-PKPP) Provinsi Riau, Zulfahmi, mengatakan kondisi jalan tersebut bukan menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Riau. ''Ruas Jalan Penunjang Kecamatan Reteh-Keritang
merupakan jalan milik Pemerintah Kabupaten Inhil. Sehingga penanganan dan pemeliharaannya menjadi tanggung jawab pemerintah kabupaten,'' kata Zulfahmi kepada wartawan mengakhiri. ***

 

 



Baca Juga

--ads--