- Beranda
- Indragiri Hilir
- Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran Dahsyat 106 di Pasar Bom Pulau Kijang
Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran Dahsyat 106 di Pasar Bom Pulau Kijang
- Sabtu, 11 April 2026 - 00:12 WIB
- Reporter : Hendra Nainggolan
- Redaktur : Armazi Yendra
Ratusan rumah warga di kawasan Pasar Bom Pulau Kijang yang dilalap si jago merah rata dengan tanah.
KLIKMX.COM, PULAUKIJANG - Pasca kebakaran dahsyat yang menghanguskan 106 unit rumah di kawasan Pasar Bom, Kelurahan Pulau Kijang, Kecamatan Reteh, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), kini aparat kepolisian setempat tengah mendalami penyebab terjadinya peristiwa tersebut.
Upaya penyelidikan kebakaran yang terjadi di pemukiman padat penduduk tersebut disampaikan Kapolsek Reteh AKP Syahril, Jumat (10/4/2026) kemarin. “Untuk penyebab kebakaran masih kami selidiki," singkat AKP Syahril.
Pasca kejadian, berdasarkan pendataan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Inhil, rumah yang terdampak terdapat sebanyak 106 unit rumah hangus akibat kebakaran yang terjadi di permukiman padat penduduk tersebut.
Kepala DPKP Inhil, Junaidi Ismail, mengatakan banyaknya rumah warga terbakar pada Rabu (8/4/2026) siang sekitar pukul 11.10 WIB itu karena mayoritas rumah merupakan semi permanen dan berdempetan.
“Berdasarkan hasil pendataan, total rumah warga yang terbakar sebanyak 106 unit,” ujar Junaidi, beberapa waktu lalu.
Ia menjelaskan, titik kebakaran tersebar di sejumlah ruas jalan, yakni Jalan Pahlawan Pasar Bom, Jalan Tengah, dan Jalan Tepi Laut yang berada di kawasan RT 01 dan 02, RW 04.
Petugas pemadam kebakaran bersama warga setempat berjibaku memadamkan api. Upaya pemadaman sempat terkendala karena akses terbatas dan cepatnya perambatan api di kawasan padat penduduk.
Sumber air pun diambil dari sungai terdekat untuk mendukung proses pemadaman. “Setelah menerima laporan, personel langsung turun ke lokasi dan melakukan pemadaman bersama tim serta dibantu masyarakat,” kata Junaidi.
Api akhirnya berhasil dikendalikan sekitar pukul 14.00 WIB. Petugas kemudian melanjutkan proses pendinginan hingga sore hari guna mencegah munculnya titik api baru.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, satu warga bernama Mulyadi dilaporkan mengalami luka akibat tertimpa material seng saat kebakaran berlangsung.
Selain 106 rumah yang habis terbakar, sejumlah bangunan lainnya juga mengalami kerusakan dengan kategori berat dan ringan. Sementara itu, total kerugian materi akibat peristiwa tersebut hingga kini masih dalam proses pendataan.
Akibat peristiwa ini, ratusan warga kehilangan tempat tinggal dan untuk sementara waktu terpaksa mengungsi ke rumah kerabat terdekat. ***
