Sembilan Hari Tertelan Paku, Sukses Dikeluarkan Tanpa Operasi di RSUD Arifin Achmad
- Kamis, 05 Februari 2026 - 14:32 WIB
- Reporter : Hendra Bakti
- Redaktur : Armazi Yendra
Direktur RSUD AA Yusi Prastiningsih (jilbab kuning), sebelahnya dokter spesialis paru RSUD AA, dr Nori Purnama SpP.
KLIKMX.COM, PEKANBARU - Selama sembilan hari, Arsyad (52), pria asal Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) harus merasakan sakit di tenggorokan hingga paru-parunya, karena tertelan paku dua inchi. Setelah dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad Pekanbaru, benda tersebut dapat dikeluarkan tanpa operasi.
Pihak RSUD AA Provinsi Riau mengungkapkan kasus ini merupakan yang pertama di Provinsi Riau untuk benda asing berupa paku yang masuk ke paru-paru.
Dokter spesialis paru RSUD AA, dr Nori Purnama SpP, menjelaskan pasien tersebut datang ke Pekanbaru, pada Selasa (4/2/2026) kemarin dengan kondisi pasien yang cukup serius.
“Paku tersebut sudah berada di dalam tubuh sejak 26 Januari 2026 atau sekitar sembilan hari sebelum dirujuk,” kata dr Nori kepada Klikmx.com, Kamis (5/2/2026).
Setelah tiba di RSUD, tim medis RSUD AA langsung melakukan penanganan cepat, karena khawatir paku sudah mulai berkarat. ''Semakin lama dibiarkan, risikonya semakin besar bagi paru dan organ vital lainnya,” ungkap dr Nori.
Lebih jauh jelas dr Nori, terhadap pasien diberikan tindakan bronkoskopi, yakni tindakan tanpa operasi. Nori mengisahkan, keberhasilan ini didapat karena tim medis RSUD AA sebelumnya sudah memiliki pengalaman menangani kasus serupa, seperti jarum pentul yang masuk ke tenggorokan pasien.
Terpisah, Direktur RSUD AA Yusi Prastiningsih, mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dan tidak membiasakan menggigit atau meletakkan benda tajam maupun tumpul di mulut.
Ia berharap kasus ini menjadi yang pertama sekaligus terakhir terjadi di Riau, seraya menegaskan komitmen rumah sakit dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
“Kami berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Namun dari sisi layanan, ini menjadi pencapaian penting karena RSUD Arifin Achmad kini memiliki metode penanganan yang efektif tanpa operasi,” pungkas Yusi. ***
