- Beranda
- RIAUSTORIA
- Hadiri Peringatan Hari Jadi ke-56 LAMR, Polda Riau Ajak Bersinergi Melindungi Tuah Menjaga Marwah
Hadiri Peringatan Hari Jadi ke-56 LAMR, Polda Riau Ajak Bersinergi Melindungi Tuah Menjaga Marwah
- Sabtu, 06 Juni 2026 - 11:30 WIB
- Reporter : Hendra Nainggolan
- Redaktur : Armazi Yendra
KLIKMX.COM, PEKANBARU - Kapolda Riau Irjen Dr H Herry Heryawan SIK MH MHum yang diwakili Kabid Humas Polda Riau Kombes Zahwani Pandra Arsyad SH MSi menghadiri Peringatan Hari Jadi ke-56 LAMR, Sabtu (6/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung dengan suasana khidmat ini digelar di Balai Rung Tenas Effendi, Balai Adat Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR), Jalan Diponegoro, Pekanbaru.
Di tengah peringatan Hari Jadi ke-56 LAMR, prosesi sakral Tegak Tiang Tonggol Adat digelar sebagai simbol tegaknya marwah, jati diri, dan kedaulatan masyarakat Melayu.
Prosesi diawali dengan kedatangan tuan kadam dan tuan imam, yang menghadap Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAMR Datuk H Seri Marjohan dan Ketum DPH LAMR Datuk Seri H Taufik Ikram Jamil, yang didampingi para datuk seri dan datuk-datuk, menyampaikan kesiapan pelaksanaan Tegak Tiang Tonggol Adat.
Sejumlah perlengkapan adat seperti panji, keris, dua butir kelapa, dan payung adat turut dihadirkan sebagai bagian dari rangkaian upacara.
Setelah pembacaan ayat suci Alquran, para hadirin menyaksikan iring-iringan panji adat yang diturunkan dari lantai dua Balai Adat, diiringi musik silat. Langkah para pembawa panji yang perlahan menuruni anak tangga seakan menghadirkan kembali jejak sejarah dan kebesaran tamadun Melayu yang diwariskan turun-temurun.
Hadir dalam helat adat tersebut, Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian (DPH) LAMR Provinsi Riau Datuk Seri Taufik Ikram Jamil, Pemerintah Provinsi Riau yang diwakili Kepala Dinas Kebudayaan, Kabid Humas Polda Riau Kombes Zahwani Pandra Arsyad SH MSi, para Ketua LAMR kabupaten/kota se-Riau, pengurus LAMR, tokoh adat, serta undangan lainnya.
Tegak Tiang Tonggol Adat atau Togak Tonggol merupakan tradisi sakral masyarakat Melayu yang melambangkan tegaknya struktur kepemimpinan, hukum adat, serta kedaulatan suatu kaum. Tonggol berbentuk menyerupai panji dengan lima warna yang masing-masing memiliki makna mendalam.
Warna hitam melambangkan hukum dan aturan adat, kuning melambangkan daulat dan pemerintahan tertinggi, putih melambangkan alim ulama dan nilai agama, merah melambangkan rakyat serta hulubalang, sedangkan hijau melambangkan pemerintahan dan kemakmuran alam.
Dalam tradisi Melayu, tonggol diwariskan secara turun-temurun oleh perangkat adat seperti batin, penghulu, dan ketiapan, serta disimpan di Rumah Soko. Penegakan tonggol biasanya dilakukan dalam upacara adat besar, pelantikan datuk, maupun perayaan lembaga adat. Berdirinya tonggol menjadi penanda bahwa suatu wilayah berada dalam naungan hukum dan tatanan adat yang sah.
Ketua Umum MKA LAMR Provinsi Riau Datuk Seri Marjohan Yusuf dalam petuah amanahnya menyampaikan apresiasi kepada seluruh tamu undangan yang hadir, mulai dari unsur pemerintah, Forkopimda, tokoh adat, tokoh masyarakat hingga pengurus dan anggota LAMR.
Menurut Datuk Seri Marjohan, prosesi Tegak Tiang Tonggol yang dilaksanakan bersempena Hari Jadi ke-56 LAMR bukan sekadar seremoni adat, melainkan simbol jati diri dan semangat masyarakat Melayu untuk terus menjaga warisan budaya di tengah perubahan zaman.
“Tegaknya tiang tonggol melambangkan tegaknya semangat dan marwah masyarakat Melayu. Jika semangat dan marwah hilang, maka kehidupan akan kehilangan arah dan makna,” ucapnya seperti dikutip riaukepri.com.
Datuk Seri Marjohan menegaskan, tugas LAMR tidak hanya memperjuangkan hak-hak masyarakat adat, tetapi juga menyiarkan, menjaga, dan melestarikan budaya Melayu agar tetap hidup serta diwariskan kepada generasi mendatang.
Ia mengajak masyarakat untuk terus berpegang pada prinsip adat bersendikan syarak, syarak bersendikan kitabullah.
Nilai adat dan agama, sambung Datuk Seri Marjohan, harus tetap menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat.
Di tengah berbagai tantangan sosial.
Datuk Seri Marjohan juga mengingatkan pentingnya mewariskan jati diri dan marwah Melayu kepada generasi muda sebagai benteng moral dan budaya.
Menutup petuah amanahnya, Datuk Seri Marjohan mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat persatuan dan menjaga identitas Melayu sebagai warisan yang tidak ternilai.
“Esa hilang dua terbilang. Patah tumbuh hilang berganti. Tak kan Melayu hilang di bumi. Tumbuh lah rumput di tepi pagar. Akar benalu menjalar juga. Walaupun tujuh lautan sudah terbakar. Kapal Melayu, kan berlayar juga. Insyaallah,'' ungkap Datuk Seri Marjohan dengan suara berat menahan tangis.
Sementara itu, Kapolda Riau Irjen Dr H Herry Heryawan SIK MH MHum melalui Kabid Humas Polda Riau Kombes Zahwani Pandra Arsyad SH MSi mengucapkan selamat Hari Jadi ke-56 LAMR. ''Kami ucapkan tahniah Hari Jadi ke-56 LAMR. Semoga LAMR terus berjaya dalam memayungi pagar negeri di Bumi Lancang Kuning. Polda Riau siap memberikan dukungan untuk kepentingan masyarakat banyak dengan sesuai aturan hukum yang berlaku,'' ungkap Kombes Pandra saat diwawancara Klikmx.com usai kegiatan tersebut.
Polda Riau, katanya mengajak untuk bersinergi Melindungi Tuah Menjaga Marwah. Dalam hal untuk bersama-sama menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) di Bumi Lancang Kuning, Provinsi Riau.
''Mari bersama menjaga kamtibmas. Dengan langkah bersama-sama memerangi pelaku tindak pidana yang menonjol, di antaranya pelaku narkoba, premanisme, kejahatan lingkungan seperti karhutla, pembalakan liar, penambangan tanpa izin maupun tindak kejahatan lainnya,'' ujar mantan Kabid Humas Polda Lampung dan Kepulauan Riau itu.
Eks Kapolres Kepulauan Meranti ini juga mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat apabila melihat terhadap aktivitas tindak pidana agar segera menghubungi kepada aparat terdekat. Di samping itu juga bisa menghubungi layanan call center gratis Polri dengan nomor 110.
''Apapun kasus dan kejadiannya, nanti akan ditindaklanjuti dengan humanis dan cepat oleh petugas,'' pungkas Kombes Pandra. ***
