Perkuat Keamanan Siber, Pemko Pekanbaru Gandeng BSSN 

  • Selasa, 21 Juli 2026 - 19:38 WIB

KLIKMX.COM, PEKANBARU - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru, terus memperkuat sistem keamanan siber melalui Focus Group Discussion (FGD) tentang Computer Security Incident Response Team (CSIRT), Selasa (21/7/2026).

Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Republik Indonesia, Rangga Aditya Sutopo, serta diikuti para pengelola teknologi informasi dari seluruh organisasi perangkat daerah (OPD).

Honda Juni 4

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfotiksan) Pekanbaru, Ardiansyah Eka Putra mengatakan, FGD ini menjadi ajang penyegaran pengetahuan sekaligus memperkuat koordinasi para admin teknologi informasi di lingkungan Pemko Pekanbaru dalam menghadapi ancaman siber yang terus berkembang.


Para peserta merupakan pengurus atau admin Tim Tanggap Insiden Keamanan Siber (CSIRT) yang memiliki peran penting dalam menjaga keamanan sistem informasi pemerintah.

"Teknologi informasi memiliki tingkat kerentanan yang sangat dinamis. Ancaman siber terus berkembang, bahkan tidak sedikit pihak yang menjadikan serangan terhadap institusi pemerintah sebagai sebuah kebanggaan. Karena itu, kita harus selalu siap dan meningkatkan kemampuan dalam merespons setiap potensi serangan," ujarnya.

Pemko Pekanbaru sengaja menghadirkan narasumber dari BSSN. Agar, para peserta memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai standar operasional prosedur (SOP) penanganan insiden keamanan siber.


Pada hari pertama FGD, peserta dibekali materi teori mengenai sistem keamanan informasi dan prosedur penanganan insiden. Sementara pada hari kedua, peserta akan mengikuti simulasi atau praktik penanganan insiden siber.

"Kami berharap seluruh peserta fokus mengikuti kegiatan ini. Ilmu seperti ini tidak setiap saat bisa diperoleh langsung dari narasumber yang sangat berkompeten," ungkap Yayan, sapaan akrabnya.

Setelah mengikuti pelatihan, para peserta diharapkan mampu merespons, melaporkan, dan menangani insiden keamanan siber secara tepat sesuai prosedur. Kebocoran data maupun gangguan terhadap sistem pemerintahan dapat berdampak serius terhadap pelayanan publik.

"Kalau sistem sampai dijebol atau informasi bocor, pelayanan pemerintah bisa terhenti. Dampaknya bukan hanya pada operasional, tetapi juga terhadap kepercayaan masyarakat kepada Pemko Pekanbaru," tegas Yayan.

Selain meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, Pemko Pekanbaru juga berkomitmen melakukan peningkatan sistem keamanan informasi secara bertahap. Sinergi dan kolaborasi antaradmin teknologi informasi di seluruh OPD menjadi kunci dalam memperkuat pertahanan siber pemerintah daerah.

"Saya meminta seluruh peserta menyebarluaskan pengetahuan yang diperoleh kepada pimpinan masing-masing serta mengedukasi seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemko Pekanbaru mengenai pentingnya keamanan siber," pungkas Yayan.

Kesempatan yang sama, Pelaksana Tugas (Plt) Asisten III Sekretariat Daerah Kota (Setdako) Pekanbaru Firman Hadi mengapresiasi penyelenggaraan FGD ini sebagai langkah strategis dalam memperkuat keamanan informasi pemerintah daerah. 

Pembentukan Pekanbaru CSIRT berdasarkan Keputusan Wali Kota Nomor 803 Tahun 2023 telah membuahkan hasil. Pada 26 Juni 2024, Pekanbaru CSIRT resmi diakui oleh BSSN.

"Pengakuan ini merupakan sebuah prestasi sekaligus tanggung jawab besar bagi Pemko Pekanbaru," ujarnya.

Di era digital dan penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), data dan informasi merupakan aset yang sangat berharga. Seiring meningkatnya pemanfaatan teknologi, ancaman terhadap keamanan siber juga semakin besar. Penanganan keamanan siber tidak dapat hanya dibebankan kepada Diskominfotiksan, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh OPD.

"Melalui FGD ini kami berharap setiap peserta menjadi agen CSIRT di unit kerjanya masing-masing. Mereka menjadi garda terdepan dalam mengidentifikasi potensi kerentanan, mengelola keamanan informasi, hingga melaporkan setiap insiden siber kepada koordinator," jelas Firman.

Pelaporan insiden secara disiplin sangat penting karena menjadi dasar mitigasi risiko sekaligus bukti pendukung dalam pelaporan tahunan Pekanbaru CSIRT kepada BSSN.

Ia juga meminta seluruh peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan serius, mulai dari pembahasan teori mengenai prinsip dasar privasi data dan analisis celah keamanan siber hingga simulasi penanganan insiden pada hari kedua.

"Manfaatkan kesempatan ini untuk menggali ilmu sebanyak-banyaknya dari para narasumber ahli. Agar, kemampuan kita dalam menjaga keamanan informasi pemerintah semakin kuat," pungkasnya. ***



Baca Juga

--ads--