Terima Reward dari KPK

Dirut BJB : Praktek Korupsi Penyakit yang Menghambat Pembangunan



KLIKMX.COM, PEKANBARU --Bank Jawa Barat Banten (BJB) telah mendapatkan penghargaan di Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Desember 2020. Penghargaan itu dalam dua bidang sekaligus. Yang mana, hal tersebut berkaitan dengan pengelolaan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) dan Unit Pengendalian Gratifikasi (UPG).

Direktur Utama BJB, Yuddy Renaldi, sangat menyambut positif pencapaian tersebut. Menurutnya, apresiasi dari Lembaga Antirasuah itu merupakan cerminan dari komitmen dan implementasi kinerja pencegahan serta pemberantasan korupsi khususnya di tubuh internal perseroan, termasuk melalui pelaporan LHKPN secara rutin dan optimalisasi fungsi UPG sebagai unit preventif antikorupsi.

"BJB merupakan bank pembangunan daerah yang memiliki orientasi untuk berkontribusi terhadap pembangunan sebagai salah satu tujuan usahanya. Oleh karena itu, kami akan melakukan segala cara untuk mendukung implementasi tujuan ini, termasuk dengan mencegah praktik korupsi sebagai penyakit yang akan menghambat pembangunan," kata Yuddy.


Untuk diketahui, berawal dari komitmen bersama tentang LHKPN dan Program Pengendalian Gratifikasi (PPG) antara BJB dengan KPK pada tahun 2011 lalu. BJB terus-menerus melakukan peningkatan upaya pengendalian korupsi di tubuh perusahaan. Hasilnya, BJB diberi penghargaan oleh KPK.

Sebelumnya, BJB telah meraih beberapa penghargaan terkait pengendalian gratifikasi dan tertib LHKPN dari KPK, baik itu sebagai BUMD yang melaporkan gratifikasi terbanyak, BUMD dengan UPG terbaik, maupun BUMD dengan sistem pengendalian gratifikasi terbaik.

Yuddy menyebut, rentetan prestasi antikorupsi BJB yang telah diraih akan sekuat tenaga dipertahankan dengan penguatan komitmen. Penguatan komitmen ini penting untuk dipelihara karena akan menggedor kontribusi Bank BJB sebagai agen penggerak.

"Ruh BJB sebagai bank pembangunan dengan sendirinya mengarahkan perusahaan untuk selalu bergerak dalam koridor optimalisasi kontribusi terhadap pembangunan. Melawan korupsi adalah salah satu cara yang niscaya harus dilakukan karena pembangunan yang berkualitas hanya mungkin dicapai dengan kerja penuh dedikasi dan akuntabilitas," terangnya. (rls)

Baca Juga