Ribuan Peserta Pawai Taaruf MTQ Ke 44 Provinsi Riau Hebohkan Kota Teluk Kuantan
- Sabtu, 27 Juni 2026 - 15:32 WIB
- Reporter : Riawan Syaputra
- Redaktur : Yendra
KLIKMX.COM, TELUKKUANTAN - Puluhan ribu peserta pawai taaruf 12 kabupaten/kota yang di pusatkan di simpang tugu pelajar simpang tiga Teluk Kuantan-Jalan Ahmad Yani, Sabtu (27/6/2026) berlangsung semarak dan membuat heboh Kota Teluk Kuantan. Masyarakat pun tumpah ruah menyaksikan pawai akbar tersebut.
Iring-iringan pawai taaruf berjalan kaki itu dimulai pukul 09.00 Wib. Masing-masing peserta pawai 12 kabupaten/kota menampilkan identitas daerah masing-masing. Ada yang membawa iringan lukah gilo, aksi kompang, tulisan juz amma, tradisi khatam mengaji, aksi himbauan menjaga lingkungan dari kerusakan, aksi mancing band yang rata-rata mengiringi barisan pawai taaruf berjalan kaki kabupaten/kota.
Kabupaten/kota rata-rata membawa peserta mulai forkopimda, pejabat eselon II, III, IV, kecamatan, kepala desa, TPKK, kepala sekolah dan kelompok peserta pawai lainnya yang jumlahnya di atas 1000 orang.
Kuansing yang menjadi tuan rumah, mengerahkan peserta pawai taaruf berjalan kaki paling banyak. Yakni 8.500 orang. Terdiri dari dinas dan badan, 16 kecamatan, 229 desa/kelurahan, sekolah dan kelompok lainnya.
Iring-iringan peserta pawai taaruf tuan rumah mendapatkan sambutan hangat masyarakat Kuansing. Ada penampilan tradisi mengantar limau dari Lubuk Jambi Kecamatan Kuantan Mudik, mengantar anak lancar dari Sentajo Raya, sunatan rasul Kecamatan Kuantan Tengah, serta berbagai tradisi yang tersebar di semua kecamatan di Kuansing.
Pawai taaruf ini dimulai dengan iringan kafilah dari Kabupaten Rohul, Dumai, Bengkalis, Inhu, Inhil, Kampar, Kota Pekanbaru, Siak Sri Indrapura, Rohil, Pelalawan, Kepulauan Meranti dan Kabupaten Kuansing.
Pawai taaruf berjalan kaki ini, disambut hangat Menteri Agama RI, Prof Dr KH Nasaruddin Umar MA bersama istri, Plt Gubernur Riau H SF Hariyanto, Bupati Kuansing Dr H Suhardiman Amby MM serta bupati dan walikota se Riau, Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan serta undangan lainnya yang memberikan lambaian tangan pada iring-iringan pawai taaruf yang melintas.
Aksi pawai taaruf berjalan kaki ini pun, mengundang perhatian seluruh masyarakat Kuansing terutama yang ada di Teluk Kuantan. Ruas jalan utama Teluk Kuantan yang menjadi rute pawai taaruf berjalan kaki itu, macet total.
Masyarakat dan peserta yang mencapai 17 ribu orang itu, tumpah ruah mewarnai ruas jalan kota Teluk Kuantan di tengah cuaca yang panas terik.
Bupati Kuansing Dr H Suhardiman Amby MM menyebutkan, dengan MTQ Riau tahun 2026 di Kabupaten Kuansing bisa mempertautan silaturrahim.
MTQ Riau bukan hanya melahirkan siap yang menjadi terbaik. Tetapi ikut membangun karakter masyarakat qurani yang jujur, disiplin, amanah serta mencintai ilmu pengetahuan dan syarak bersendi kitabullah. Artinya adab Melayu tidak pernah dipisahkan dengan ajaran Islam.
Di MTQ Riau di Kuansing, juga dipadukan dengan tradisi pacu jalur Rayon II. Pacu jalur memiliki makna bersatu padu yang peradabannya di bingkai dengan gotong royong, persahabatan, persaudaraan.
Dalam MTQ Riau, juga akan di langsung pawai taaruf perahu hias di sungai Kuantan. Dimana tamu-tamu undangan akan ikut menghilir sungai Kuantan dengan menggunakan mahakarya budaya Kuansing yang disebut dengan Perahu Baganduang. Perahu Baganduang adalah perahu adat kebesaran.
"Dan kita akan menaikinya bersama sambil menyaksikan berlangsungnya pawai perahu hias dan pacu jalur Rayon II," kata Suhardiman Amby
Perahu Baganduang bukan saja alat transportasi air, melainkan simbol persatuan, kebersamaan dan kemuliaan adat. Peerahu ini menggambarkan semangat masyarakat Kuansing yang hidup bergotong-royong sehingga sekata, sehati, sejalan dalam filosofi melayu satu perahu hanya akan sampai ke tujuan apabila seluruh pendayung, pergerak seirama dan berakhir bersama-sama demikian pengembangan daerah dan bangsa. Hanya akan berhasil apabila pemerintah, ulama, umarah, tokoh adat, seluruh masyarakat berjalan seiring sejalan.(***)
