Puluhan PETI Kembali Rusak Sungai Kuantan, Jelang Sehari Wakapolda Sebut Operasi Sukses
- Kamis, 20 Agustus 2026 - 09:18 WIB
- Reporter : Riawan Syahputra Yahya
- Redaktur : Andra
KLIKMX.COM, TELUKKUANTAN - Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di aliran Sungai Kuantan ternyata belum sepenuhnya surut melancarkan aksinya.
Di tengah gegap gempita Festival Pacu Jalur 2026 yang baru saja dimulai, puluhan ponton PETI justru dilaporkan masih beroperasi di aliran Sungai Kuantan, tepatnya di Desa Koto Cerenti, Kecamatan Cerenti, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Provinsi Riau.
Aktivitas tersebut bahkan disebut berlangsung pada hari pertama Festival Pacu Jalur, Rabu (19/8/2026). Kondisi ini menjadi ironi tersendiri.
Sebab sehari sebelumnya, Wakapolda Riau Brigjen Pol Dr Hengki Haryadi SIK MH sempat menyatakan bahwa aliran Sungai Kuantan yang masuk wilayah hukum Polres Kuansing telah bersih dari aktivitas PETI sejak operasi PETI digelar pada 1-14 Agustus 2026. ''Operasi PETI sukses,'' ungkapnya.
Namun, kondisi di lapangan yang disampaikan sumber Pekanbaru MX (Grup Klikmx.com), justru menunjukkan gambaran berbeda.
Sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan mengatakan, pada Rabu pagi, saat Festival Pacu Jalur 2026 resmi dimulai, dirinya melihat puluhan ponton PETI masih beraktivitas di aliran Sungai Kuantan, Desa Koto Cerenti.
Untuk diketahui, Cerenti merupakan bagian hilir Sungai Kuantan. "Dari pagi mereka beraktivitas, jumlahnya puluhan. Saat ini sejumlah ponton sedang hilir mudik mencari tempat untuk menambang," ujarnya kepada wartawan, Kamis (20/8/2026).
Bahkan pagi ini, sejumlah ponton mulai berdatangan. Ponton-ponton PETI itu dilengkapi dengan mesin ketinting yang digunakan perahu sehingga dapat berpindah tempat tanpa membongkar.
Menurutnya, belasan warga setempat sempat mendatangi tepian sungai untuk melihat aktivitas tersebut. Namun, warga hanya bisa menyaksikan dari seberang sungai.
Aktivitas PETI itu disebut bukan hanya mengancam kelestarian Sungai Kuantan, tetapi juga telah menghantam langsung sumber penghidupan masyarakat. Salah satu yang terdampak adalah usaha budidaya ikan menggunakan keramba milik warga.
Sumber tersebut mengatakan aktivitas PETI menyebabkan sungai semakin dangkal dan air berubah keruh. Kondisi itu membuat ikan-ikan dalam keramba warga mati.
"Sudah menghancurkan usaha budidaya kerambah ikan warga. Sungai mendangkal, air keruh sehingga ikan mati," katanya.
Yang lebih memprihatinkan, aktivitas PETI tersebut dilaporkan masih berlangsung ketika perhatian publik sedang tertuju pada Festival Pacu Jalur, sebuah perhelatan budaya yang menjadikan Sungai Kuantan sebagai panggung utama.
Warga pun sempat melaporkan aktivitas tersebut kepada pihak kepolisian. Namun, menurut sumber tersebut, respons petugas tidak datang seketika.
"Kemarin pagi sempat ada warga yang lapor ke Polisi, namun pihak kepolisian tidak sempat datang segera dengan alasan sedang menanam jagung. Agak sore mereka datang dan membubarkan ponton-ponton itu," pungkasnya. ***
