Tim Manggala Agni Sukses Halau Api Masuk Permukiman

  • Minggu, 05 April 2026 - 00:20 WIB

KLIKMX.COM, BENGKALIS - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah desa di Kabupaten Bengkalis masih terus ditangani tim gabungan. Hingga Sabtu (4/4/2026) kemarin, upaya pemadaman dan pendinginan intensif dilakukan untuk mencegah api meluas dan memasuki kawasan permukiman warga.

Kepala Balai Pengendalian Perubahan Iklim dan Kebakaran Hutan dan Lahan (PPIKHL) Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, menyampaikan bahwa operasi pemadaman oleh tim Manggala Agni telah memasuki hari keenam. 

Honda Februari 2026

“Fokus utama saat ini adalah mengamankan permukiman serta menekan titik api yang masih aktif, khususnya di lahan gambut. Alhamdulillah, tim sukses halau api masuk permukiman,'' kata Ferdian.


Di Desa Titi Akar, Kecamatan Rupat Utara, tim gabungan yang terdiri dari Manggala Agni Daops Sumatera V/Dumai dibantu personel dari Sarolangun dan Musi Banyuasin terus melakukan pemadaman lanjutan. 

Tim berupaya “memukul kepala api” menghambat laju kebakaran, ke pemukiman melalui pengurangan asap difokuskan pada bagian ekor dan sayap api.

“Pengamanan pemukiman sudah berhasil dilakukan. Namun, proses pemadaman membutuhkan kesabaran karena api telah masuk ke dalam pori-pori gambut,” ujar Ferdian.


Proses ini memakan waktu karena keterbatasan sumber air menjadi kendala utama di lapangan sehingga pergerakan tim tidak maksimal.

Sementara itu, di Desa Sekodi, Kecamatan Bengkalis, kebakaran dilaporkan telah meluas dalam satu hamparan yang mencakup wilayah Teluk Lancar, Palkun, Kelemantan, hingga Kembung Luar. Tim tidak hanya melakukan pemadaman, tetapi juga melakukan pemetaan (size up) untuk menentukan strategi penanganan lanjutan.

Sebagai langkah penguatan, tambahan personel dari Manggala Agni wilayah Siak sebanyak dua regu serta bantuan dari Pekanbaru satu regu dikerahkan. Tim juga berupaya mencari sumber air alternatif dan membuka akses menuju titik api.

“Kami terus mengupayakan bantuan alat berat untuk membuat embung, membersihkan kanal, serta membangun sekat bakar guna menahan laju api,” jelasnya.

Di wilayah lain, tepatnya di Desa Gambut Mutiara, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, kondisi api dilaporkan sudah tidak aktif. Namun, proses pendinginan masih terus dilakukan untuk mengurangi asap serta memastikan tidak ada potensi api kembali menyala.

Selain pemadaman darat, dukungan udara juga dikerahkan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan water bombing dengan dua kali sorti, masing-masing di wilayah Titi Akar dan Bengkalis.

Upaya pemadaman melalui proses modifikasi cuaca (OMC) juga dilakukan dengan empat sorti penyemaian awan sejak pagi hingga petang. Wilayah sasaran meliputi Dumai-Pulau Rupat, Kepulauan Meranti-Pelalawan–Bengkalis, Bengkalis-Siak, serta Pelalawan-Siak–Kepulauan Meranti.

“Semoga hasil penyemaian awan dapat memicu hujan sehingga membantu proses pemadaman di lapangan,” pungkas Ferdian. ***



Baca Juga

--ads--