Tim Gabungan Berhasil Padamkan Karhutla Tidak Terpantau Dashboard Lancang Kuning
- Minggu, 05 April 2026 - 00:02 WIB
- Reporter : Hendra dan Said
- Redaktur : Yendra
KLIKMX.COM, PELALAWAN - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di lahan gambut seluas sekitar 10 hektare tidak terpantau aplikasi Dashboard Lancang Kuning, berhasil dipadamkan tim gabungan, pada Sabtu (4/4/2026) kemarin.
Meski sempat kesulitan, api yang membakar semak belukar kering dan mudah terbakar akhirnya dapat dipadamkan tim yang terdiri dari tim gabungan dari Polda Riau bersama unsur Kodam XIX/Tuanku Tambusai, pemerintah daerah, dan perusahaan, BPBD, Manggala Agni, perusahaan, serta Masyarakat Peduli Api (MPA).
Pemadaman yang dilakukan tim gabungan ini difokuskan di wilayah Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau.
Kepala Biro Operasi (Karoops) Polda Riau Kombes Pol Ino Harianto yang turun langsung ke lokasi menegaskan bahwa penanganan karhutla harus dilakukan secara cepat, terpadu, dan berbasis kolaborasi lintas sektor.
“Kami tidak hanya bergantung pada sistem monitoring, tetapi juga mengedepankan patroli darat dan koordinasi dengan seluruh stakeholder. Begitu ditemukan titik api di Desa Gambut Mutiara, tim langsung bergerak melakukan pemadaman dan pendinginan,” ujar Ino.
Ia menjelaskan, kebakaran terjadi di lahan gambut dengan kondisi semak belukar kering yang mudah terbakar. Cuaca panas, angin kencang, serta keterbatasan sumber air menjadi kendala utama di lapangan.
“Medan yang jauh dan sulit dijangkau, ditambah kontur gambut yang kering, membuat penanganan harus dilakukan dengan strategi khusus. Namun berkat kerja sama semua pihak, api berhasil dipadamkan dan saat ini hanya tersisa titik-titik asap,” jelasnya.
Kombes Ino menambahkan, upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen Polda Riau dalam menjaga stabilitas lingkungan serta mencegah meluasnya kebakaran hutan dan lahan, khususnya di wilayah rawan gambut.
Menurutnya, kehadiran sejumlah pejabat dalam kegiatan tersebut menunjukkan kuatnya sinergi lintas sektor, di antaranya Dansat Brimob Polda Riau Kombes Pol I Ketut Gede Adi Wibawa dan Asops Kodam XIX/Tuanku Tambusai Kolonel Inf Rendra Dwi Ardhani.
“Ini menunjukkan bahwa penanganan karhutla harus dilakukan secara kolaboratif, lintas satuan kerja dan lintas sektor,” ungkapnya.
Sementara itu, Bupati Pelalawan H. Zukri yang turut hadir mengapresiasi respons cepat dan sinergi seluruh unsur di lapangan. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, TNI-Polri, perusahaan, dan masyarakat dalam menghadapi ancaman karhutla.
“Kami sangat mengapresiasi langkah cepat tim gabungan. Penanganan karhutla tidak bisa dilakukan sendiri, tetapi harus bersama-sama, termasuk melibatkan masyarakat di sekitar lokasi,” kata Zukri.
Kapolres Pelalawan AKBP John Louis Letedara menambahkan, proses pendinginan masih terus dilakukan guna memastikan tidak ada potensi api kembali menyala.
“Kondisi saat ini api sudah padam, namun masih terdapat asap di beberapa titik, sehingga pendinginan terus kami lakukan. Untuk pelaku masih dalam proses penyelidikan,” ujarnya.
Ia menyebutkan, sebanyak 160 personel gabungan dikerahkan dalam operasi pemadaman tersebut. Koordinasi lintas sektor pun terus diperkuat agar potensi kebakaran dapat segera ditangani sejak dini. ***
