- Beranda
- Hukum & Kriminal
- Gunakan Akun Palsu Catut Ketua PWI Riau, Hati-hati Jangan Sampai Tertipu!
Gunakan Akun Palsu Catut Ketua PWI Riau, Hati-hati Jangan Sampai Tertipu!
- Selasa, 04 Agustus 2026 - 17:02 WIB
- Redaktur : Armazi Yendra
KLIKMX.COM, PEKANBARU - Nama Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Riau, Raja Isyam Azwar, dicatut oleh pelaku penipuan dengan
menggunakan akun WhatsApp (WA) palsu.
Dalam melancarkan aksinya, pelaku menampilkan foto profil Raja Isyam Azwar untuk menghubungi sejumlah pihak. Lalu, meminta bantuan uang dengan alasan biaya tiket perjalanan ke Jakarta.
Modus yang digunakan pelaku, yakni mengaku akan menghadiri undangan Dewan Pers di Jakarta. Dengan menggunakan identitas Ketua PWI Riau, pelaku berupaya meyakinkan calon korban agar bersedia mengirimkan sejumlah uang.
Gelagat tersebut terungkap setelah salah seorang pejabat di Pekanbaru menerima pesan dari nomor yang mengatasnamakan Raja Isyam Azwar.
Karena merasa ada kejanggalan, pejabat tersebut kemudian menghubungi Sekretaris PWI Riau, N Doni Dwi Putra, untuk memastikan kebenaran permintaan tersebut.
Setelah dilakukan pengecekan, dipastikan nomor WA yang digunakan bukan merupakan nomor milik Ketua PWI Riau. Dengan demikian, pesan yang beredar tersebut dipastikan merupakan upaya penipuan yang memanfaatkan identitas Ketua PWI Riau.
Sekretaris PWI Riau, N Doni Dwi Putra, mengimbau seluruh masyarakat, pejabat pemerintah, mitra kerja, dan relasi PWI Riau agar tidak mudah percaya apabila menerima pesan dari nomor yang mengatasnamakan Raja Isyam Azwar dan meminta bantuan dalam bentuk apa pun.
"Kami memastikan nomor WA tersebut bukan milik Ketua PWI Riau, Raja Isyam Azwar. Apabila ada pihak yang menerima pesan yang meminta bantuan uang atau hal lainnya atas nama beliau, jangan langsung dipercaya. Silakan lakukan konfirmasi terlebih dahulu kepada pengurus PWI Riau atau melalui nomor yang selama ini digunakan," tegas Doni Dwi Putra, Selasa (4/8/2026).
Hati-hati Jangan Sampai Tertipu!
Doni juga meminta masyarakat untuk lebih waspada terhadap berbagai modus penipuan digital yang belakangan semakin marak. Menurutnya, pelaku kerap memanfaatkan foto profil dan identitas tokoh masyarakat untuk memperoleh kepercayaan dari calon korban.
"Kami berharap masyarakat tidak mudah terpancing. Verifikasi terlebih dahulu setiap permintaan yang berkaitan dengan uang atau bantuan. Hati-hati jangan sampai tertipu!,'' pungkas Doni. ***
