Kabut Asap Kian Pekat, Pemkab Rohul Terapkan PJJ bagi Pelajar

  • Rabu, 07 Oktober 2026 - 10:28 WIB

KLIKMX.COM, ROHUL - Sehubungan kabut asap kian pekat melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Rohul (Rohul), Riau, langsung diambil langkah antisipasi oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rohul.

Menyikapi hal itu, Pemkab Rohul mengalihkan sementara proses pembelajaran tatap muka dengan menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau daring bagi pelajar.

Honda Juni 4

Kebijakan tersebut berlaku selama dua hari, yakni Rabu dan Kamis, 7 - 8 Oktober 2026, bagi satuan pendidikan jenjang PAUD, SD dan SMP di Kabupaten Rohul, yang dituangkan melalui Surat Edaran Bupati Rohul Nomor 37 Tahun 2026 tentang Kewaspadaan dan Langkah Antisipasi Dampak Kabut Asap bagi Satuan Pendidikan di Kabupaten Rohul.


Surat edaran tersebut ditujukan kepada Koordinator Pendidikan Kecamatan, serta kepala satuan pendidikan PAUD, SD dan SMP, baik negeri maupun swasta.

Dalam ketentuannya, selama pembelajaran daring berlangsung, peserta didik mengikuti kegiatan belajar dari rumah dan tidak diperkenankan datang ke sekolah untuk mengikuti kegiatan lainnya.

Sekolah juga diminta menyesuaikan metode pembelajaran dengan kondisi peserta didik, serta tidak memberikan beban tugas secara berlebihan.


Kadisdikpora  Rohul Alreza Ahyu SE MSi Ak melalui Sekretaris Disdikpora Rohul, Mawardi ST MT, mengatakan kebijakan tersebut merupakan langkah antisipasi pemerintah daerah untuk menjaga kesehatan dan keselamatan peserta didik di tengah kondisi kabut asap.

“Keselamatan dan kesehatan peserta didik menjadi perhatian utama. Kami mengimbau seluruh satuan pendidikan untuk mengikuti surat edaran yang telah diterbitkan dan memastikan proses pembelajaran tetap berjalan meskipun dilakukan dari rumah,” ujar Mawardi kepada Klikmx.com, Rabu (7/9/26).

Menurutnya, peran orang tua juga sangat penting selama pelaksanaan pembelajaran dari rumah. Orang tua atau wali murid diharapkan dapat mendampingi anak selama mengikuti kegiatan belajar.

“Kami meminta sekolah menyesuaikan metode pembelajaran dengan kondisi siswa. Jangan sampai kondisi seperti ini justru membuat anak-anak terbebani. Yang terpenting pembelajaran tetap berlangsung, namun kesehatan mereka juga harus menjadi prioritas,” katanya.

Selain peserta didik, guru dan tenaga kependidikan tetap melaksanakan tugas kedinasan sesuai ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, orang tua dan peserta didik diimbau mengurangi aktivitas di luar rumah selama kondisi kabut asap masih terjadi. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) juga diminta tetap diterapkan di lingkungan keluarga maupun satuan pendidikan.

Dinas Pendidikan Rohul bersama Koordinator Pendidikan Kecamatan juga akan melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan pembelajaran daring di masing-masing wilayah.

Perkembangan kondisi udara selanjutnya akan menjadi salah satu pertimbangan pemerintah daerah dalam menentukan kebijakan pembelajaran berikutnya.

Pihak sekolah dan masyarakat diminta terus mengikuti informasi resmi pemerintah terkait perkembangan kondisi kabut asap dan kebijakan pendidikan di Kabupaten Rohul. ***



Baca Juga

--ads--