Kunjungi Pasar Renteng, Penyair Perempuan Indonesia Maknai Koin Kayu dan Gong Renteng
- Rabu, 05 Agustus 2026 - 00:08 WIB
- Redaktur : Armazi Yendra
Tim PPI foto bersama masyarakat dan komunitas di Pasar Renteng, Cibogo, Kuningan, Sabtu 1/8/2026). (Klikmx.com/Dok PPI).
KLIKMX.COM, JABAR - Tanggal 31 Juli hingga 2 Agustus 2026, Penyair Perempuan Indonesia (PPI) menggelar kegiatan tahunan yang diberi nama Pulang ke Kampung Tradisi (PKT).
Kegiatan yang memiliki keluaran lahirnya buku puisi berbasis riset ini berbentuk kunjungan, observasi hingga wawancara kepada pelaku budaya dan masyarakat. Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah Pasar Renteng Cibogo, Desa Kadugede, Kecamatan Kadugede, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat (Jabar).
Pasar Renteng merupakan pasar tradisional yang bisa dikunjungi masyarakat satu bulan sekali. Pasar ini dibuka pukul 08.00 WIB dan sudah tutup sekitar pukul 11.00 WIB.
Di sini, tim PPI bisa melihat pasar kecil yang berfungsi bukan hanya sebagai peningkatan ekonomi masyarakat tapi juga sebagai pusat pelestarian kearifan lokal.
‘’Ada upaya pemajuan kebudayaan di Pasar Renteng yang berdampak pada pelestarian budaya dan peningkatan ekonomi masyarakat. Semua kompak, baik masyarakatnya, camatnya, lurahnya, pemudanya, komunitas seni dan adatnya, serta kaum ibunya. Sangat inklusif,’’ kata Ketua PPI, Kunni Masrohanti di sela-sela menikmati jajanan pasar dan pertunjukan seni lokal di Pasar Renteng, Sabtu (1/8/2026) lalu.
Berbagai jenis makanan tradisional dijual di sini. Ada juga kerajinan tangan. Semua dijual dengan murah. Uniknya, jual beli dilakukan tidak dengan menggunakan rupiah secara langsung tapi menggunakan koin kayu dengan nilai perkoinnya Rp2 ribu.
‘’Sangat membuat bangga dan terharu. Di sini receh tidak berdenting, yang ada hanya koin kayu, tapi kebahagiaan dan keluhuran budaya terjaga dengan baik. Masyarakatnya terlihat bahagia,’’ kata Mezra E Pellondou dengan terharu, penyair asal Kupang NTT usai membacakan puisi yang baru diciptakan dan dibacakan saat itu juga.
Kedatangan tim PPI di Pasar Renteng disambut tokoh adat, tokoh masyarakat, para pemuda, pemerintah setempat dan pimpinan komunitas di sana. Silat persembahan gadis-hadis remaja, taburan bunga segar dan bunyi sakral Gong Renteng yang berusia ratusan tahun menjadi bagian penyambutan yang sangat menggembirakan.
‘’Bulan ini Pasar Renteng dibuka bersamaan dengan kedatangan penyair perempuan Indonesia yang sedang melakukan perjalanan pulang kampung. Alhamdulillah kami sangat bangga,'' ungkap Sekretaris Camat Kagugede, Danu Nugraha SE MSi.
''Kami berharap penyair yang datang ikut mempromosikan kekayaan budaya yang kami miliki ini kepada masyarakat luas agar berdampak ekonomi secara maksimal bagi masyarakat,'' tambah Danu.
Ia mengatakan semakin banyak pengunjung, semakin kuat perputaran ekonominya. Dengan demikian, perputaran perekonomian masyarakat berjalan dengan baik pula.
''Semua yang dijual makanan tradisional, semua hasil karya masyarakat kami. Pertunjukan seni lokalnya juga dipersembahkan anak-anak kami. Sekali lagi terima kasih ibu-ibu penyair perempuan yang datang dari banyak daerah di Indonesia,’’ pungkas Danu.
Selama di Pasar Renteng, tim PPI tidak hanya mencoba jajanan pasar yang ada, tapi juga melakukan wawancara terhadap ibu-ibu yang sedang berjualan, atau para seniman yang tampil di panggung kecil di tengah pasar, atau tokoh adat, para pemukul Gong Renteng atau pengelola pasar dan masyarakat lainnya di sana.
Selain kunjungn budaya ke Pasar Renteng, selama tiga hari pelaksanaan PKT, PPI juga menggelar diskusi sastra sekaligus pertunjukan seni dan puisi, kunjungan budaya ke kampung adat Majalaya dan menyusuri kaki Gunung Ciremai. ***
