Investasi Kurma Milik Anggota DPRD Kampar Bergejolak?


KLIKMX.COM, BANGKINANG - Kawasan Kurma Indonesia (KKI) di Desa Ranah Sungkai, Kecamatan XIII Koto Kampar milik anggota DPRD Kampar Syafrizal, dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS),   Kamis (21/1) diprotes warga. 

Para  pemilik lahan, salah satunya Pudin,  meminta agar lahan mereka dikembalikan kepada mereka. Warga menuduh pihak KKI sudah ingkar janji dalam pembayaran cicilan ganti rugi lahan yang  harusnya dibayarkan setiap bulannya.

“Saya saja selaku pemilik lahan sudah 16 bulan tidak dibayarkan angsuran oleh KKI. Kalau dihitung-hitung secara global hutang yang belum dibayar sebesar Rp500 juta, “ ungkapnya.

Pudin, juga membeberkan,  perjanjian itu dibuat di depan notaris yang ditunjuknya saat itu.

“Saat sekarang surat tanah yang kami miliki sudah berpindah tangan sama Syafrizal dan saya hanya menyimpan foto copynya saja. Kami masyarakat yang bodoh, sekarang dibodoh bodohi. Sehingga janji pembayaran sampai sekarang tidak terlaksana,” keluhnya.

Pudin mengungkapkan, total jumlah warga    yang punya tanah  dan sekarang berpindah kepemilikan akibat janji yang diberikan Syafrizal pemilik KKI itu ada sebanyak 100 orang lebih. 

“Kepada aparat hukum, kami juga meminta agar masalah KKI ini diproses. Karena kami sebagai korban penipuan akibat ingkar janji yang dilakukan. Padahal  harapan kami dengan terjualnya tanah itu bisa membiaya keluarga dan anak kami sekolah,”ucapnya.

Warga lain bernama Anita selaku nasabah KKI, mengatakan bahwa dirinya sudah 4 tahun jadi nasabah. Namun saat ditanyakan mana lahan dia, pihak KKI tidak bisa menunjukkannya. “Sehingga saya merasa pihak perusahaan sudah membohongi kami. Karena itu saya meminta agar perusahaan mengganti kerugian. Sebab uang yang dikeluarkan sudah mencapai Rp18 juta,”sebutnya.

Saat ini kata Anita, dirinya mengajukan gugatan hukum di Pengadilan Agama di Bangkinang. Karena akadnya didaftarkan KKI di Pengadilan Agama. “Untuk itu saya berharap hakim dapat memutuskan secara bijak, karena dirinya korban,”ungkapnya.

Selain itu katanya, masalah penipuan yang dilakukan  KKI ini juga sudah dilaporkan oleh nasabah KKI di Polda Riau. Namun sampai sekarang kasusnya tidak jelas. “Untuk itu kami berharap Polda Riau serius mengusut dalam masalah Investasi KKI di Kampar. Sebab banyak nasabah yang korban akibat investasi ini,”ucapnya.

Terkait hal ini Anggota DPRD Kampar Syafrizal, yang dihubungi Pekanbaru MX melalui selulernya yang aktif tidak menjawab. Begitu juga pesan yang dikirim belum ada balasan. 

Yamaha bagian bawah konten
Jual-Rumah

Baca Juga