Sebelum Dihabisi Korban Diberi Obat Tetes Mata Agar Tertidur

  • Senin, 25 Juli 2022 - 18:22 WIB


KLIKMX.COM, UJUNGTANJUNG - Kapolres Rokan Hilir (Rohil) AKBP Andrian Pramudianto SH SIK MSi  memimpin pers rilis penangkapan pelaku pembunuhan pasangan suami-istri (pasutri) yang terjadi di Kepenghuluan Pelita Paket C, Kecamatan Bagan Sinembah, Senin (25/7/2022) sore.

Pasutri yang menjadi korban adalah Rony Hengky usia 32 tahun dan istrinya Uli Susanti berusia 23 tahun.


AKBP Andrian Pramudianto SH SIK MSi mengatakan, ada dua pelaku yang diamankan yakni otak pelaku dan eksekutor.


Untuk otak pelaku kata Andrian, tersangka inisial MA merupakan adik korban bernama Uli Susanti (23). Sedangkan, eksekutor berinisial YS.

"Pembunuhan ini terjadi pada Jumat (22/7/2022)," kata Kapolres didampingi Kapolsek Bagan Sinembah Kompol Farris Nur Sanjaya SH SIK MH dan Kasi Humas Polres Rokan Hilir AKP Juliandi SH di Halaman Selasar Media Center Polres Rokan Hilir.

Menurut keterangan kedua pelaku, motif melakukan pembunuhan kedua korban, karena sakit hati di mana kedua pelaku ini saling suka, namun hendak dipisahkan sama keluarga korban. 


"Motifnya, karena alasan sakit hati. Sehingga keduanya langsung merencanakan pembunuhan terhadap kakaknya. Kedua pelaku ini pasangan suami istri (nikah sirih)," kata Kapolres AKBP Andrian Pramudianto.

Atas keterangan kedua pelaku, artinya menampik anggapan banyak masyarakat setempat yang mengatakan, kedua korban dibunuh karena alasan ingin merampok harta korban.

AKBP Andrian menceritakan, penangkapan dilakukan setelah terdengar suara minta tolong korban setelah dianiaya hingga tewas.

Selanjutnya, warga yang mendengar laporan tersebut langsung memanggil Bhabinkamtibmas untuk datang ke lokasi.

Begitu tiba di lokasi, pelaku yang sudah tertangkap di rumah korban langsung dipukuli warga setempat.

"Warga sempat kesulitan mengamankan pelaku karena masih memegangi parang. Setelah diamankan pelaku langsung dibawa ke Polsek Bagan Sinembah," kata Andrian.

Kronologis keduanya melakukan pembunuhan, berawal saat YS  dan MA mendatangi rumah korban yang saat itu ada Uli Susanti dan Hengky.

"Ternyata kedatangan kedua korban untuk memantau situasi di dalam rumah," terang Andrian.

Saat berada di dalam rumah, korban langsung disodorkan teh manis dingin yang telah dicampur obat tetes mata, sehingga setelah diminum, korban Uli Susanti tertidur.

Setelah tertidur, tersangka MA adik korban memberi aba-aba melalui pesan messenger Facebook memberitahu posisi kamar tidur dan letak parang.

"Sebelum beraksi, MA meminta diantarkan Roni Hengky pulang karena ada tamu yang mau karoeke," kata Andrian.

Saat di rumah korban, tersangka YS mulai melancarkan rencananya dan berjalan ke arah gudang mengambil parang. Kemudian bergerak ke kamar Uli Susanti yang sedang tidur.

"Saat dikamar YS  langsung mengayunkan parang ke bagian leher korban beberapa kali, hingga kehilangan nyawa," jelas Andrian.

Setelah memastikan korban tidak bernyawa, YS tak lupa mengambil perhiasan korban. Tak berapa lama, suara motor Roni Hengky terdengar tiba di depan rumah.

Takut ketahuan, tersangka YS lalu langsung berlari ke dalam kamar dan bersembunyi di balik pintu.

"Saat suami korban tiba di kamar pelaku langsung mengayunkan parang ke arah kepala korban Roni," terang Andrian.

Atas perbuatannya, kedua pelaku kata Kapolres, dijerat pasal 340 Jo pasal 338 Jo pasal 365 KHUPidana.***



Baca Juga