- Beranda
- RIAUSTORIA
- Sapi Warga Mati Diserang Harimau, BBKSDA Riau Turunkan Tim Mitigasi
Sapi Warga Mati Diserang Harimau, BBKSDA Riau Turunkan Tim Mitigasi
- Jumat, 12 Desember 2025 - 09:08 WIB
- Reporter : Hendra Bakti
- Redaktur : Armazi Yendra
Tim gabungan dari BBKSDA Riau, TNI, Polri, pemerintah desa, dan masyarakat saat mengecek ke lokasi ditemukannya sapi yang mati diduga diserang harimau.
KLIKMX.COM, SIAK - Seekor sapi milik warga Dusun Batang Sepetai, Desa Dayun, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak, ditemukan mati dengan luka parah yang diduga akibat serangan Harimau Sumatra, pada Rabu (10/12/2025).
Merespons laporan tersebut, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau langsung menurunkan tim mitigasi ke lokasi.
Korban dan pemilik sapi tersebut bernama Selamat. Selanjutnya, tim gabungan dari BBKSDA Riau, TNI, Polri, pemerintah desa, dan masyarakat langsung bergerak menuju lokasi.
Tiba di area kebun sawit milik warga Purba, tim menemukan bangkai sapi dalam kondisi mengenaskan, terutama pada bagian tubuh belakang dan paha atas.
Di lokasi, petugas segera melakukan identifikasi awal untuk memastikan penyebab kematian ternak. Hasil pengecekan menunjukkan adanya jejak kaki satwa berukuran sekitar 15 sentimeter yang kuat mengarah pada Harimau Sumatara.
“Temuan ini memperkuat dugaan bahwa serangan sapi tersebut dimangsa satwa liar,” kata Kepala BBKSDA Riau Supartono kepada Klikmx.com, Jumat (12/12/2025).
Karena lokasi kejadian berada di Areal Penggunaan Lain (APL) yang berbatasan dengan habitat harimau, BBKSDA Riau langsung mengambil langkah dengan menurunkan cepat tim mitigasi di lapangan.
“Dua unit kamera trap dipasang di beberapa titik strategis untuk merekam keberadaan harimau, mengidentifikasi individu yang terlibat, serta memetakan pola pergerakan satwa di sekitar wilayah konflik,” terang Supartono.
Selain memasang kamera trap, tim juga melakukan penyisiran area kebun, memeriksa jalur masuk satwa, dan memberikan arahan kepada warga mengenai langkah-langkah keamanan yang harus diambil.
Tim di lokasi juga turut mengimbau masyarakat untuk membatasi aktivitas berisiko di sekitar lokasi kejadian dan melaporkan setiap tanda keberadaan satwa liar.
“Kamera trap dipasang untuk memastikan mitigasi lanjutan dapat dilakukan secara tepat dan aman, baik bagi warga maupun Harimau Sumatra yang merupakan satwa dilindungi,” ujar Supartono.
Supartono menegaskan bahwa proses monitoring akan dilakukan secara intensif, termasuk patroli rutin dan koordinasi dengan pemerintah daerah serta aparat keamanan.
Menurutnya, langkah ini bertujuan memastikan situasi tetap terkendali dan mencegah konflik lanjutan. “Kerja sama dan informasi dari masyarakat sangat penting dalam penanganan konflik manusia dan satwa liar,” tambah Supartono.
Hingga kini, tim masih melakukan pengawasan di lapangan untuk memastikan keamanan warga serta mendapatkan data lengkap terkait keberadaan harimau di sekitar Desa Dayun. ***
