Edi Basri Siap Perjuangkan Harapan Warga Desa Koto Tuo Barat Punya Jalan Layak

  • Sabtu, 29 November 2025 - 15:21 WIB

KLIKMX.COM, PEKANBARU - Keluhan masyarakat Desa Koto Tuo Barat, Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar untuk mendapatkan infrastruktur jalan yang layak, direspon serius Anggota DPRD Provinsi Riau periode 2024–2029, H Edi Basri SH MSi.

Bahkan, politisi Gerindra dari Dapil 2 itu menyatakan siap untuk membantu masyarakat Desa Koto Tuo Barat yang telah lama mendambakan akses jalan layak sebagai penopang utama aktivitas ekonomi dan mobilitas harian.

HONDA ATAS (hut Pelalawan)

Dirinya meminta Pemerintah Kabupaten Kampar lebih serius melihat kebutuhan infrastruktur masyarakat desa, terutama akses jalan perkebunan yang rusak parah sangat memprihatikan terlebih saat hujan.


“Pemerintah kabupaten harus memperhatikan masyarakat di desa. Mereka juga butuh akses jalan yang layak. Kalau jalannya bagus, ekonomi warga akan ikut meningkat,” ujar Edi, Kamis (27/11/2025) malam.

Menurutnya, masih ada ketidaktepatan dalam penempatan anggaran pembangunan. Sehingga banyak infrastruktur lama yang seharusnya diprioritaskan, justru tak kunjung diperbaiki.

“Keterbatasan anggaran itu memang ada, tapi jangan sampai infrastruktur lama malah diabaikan. Saya melihat ada ketidaktepatan penempatan anggaran. Fasilitas umum yang sudah lebih 10 tahun harusnya diaudit dan dibenahi, bukan malah mengerjakan fasilitas yang belum dibutuhkan,” tegasnya.


Edi menyarankan agar pihak eksekutif melakukan audit kinerja terhadap pekerjaan jalan dan fasilitas publik yang selama ini tidak tersentuh perbaikan. 

“Jangan tunggu masyarakat mengeluh baru pemerintah bergerak,” ucapnya.

Edi juga menekankan pentingnya komunikasi antara pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan legislator. Agar harapan masyarakat di sana memiliki akses jalan yang layak bisa terwujud. Agar bisa dibahas pihak terkait, Edi menegaskan siap menjadi jembatan aspirasi masyarakat Koto Tuo Barat melalui Fraksi Gerindra di DPRD Kampar.

“Kami berharap kades dan tokoh masyarakat proaktif berkomunikasi dengan legislatif. Kirim proposal, biar saya jembatani. Walaupun suara saya kecil di sana, kalau untuk kepentingan rakyat, terutama soal jalan, saya siap bantu,” kata Edi.

Edi Basri mengungkapkan siap memperjuangkan harapan tersebut, karena pemerataan pembangunan sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan peningkatan infrastruktur desa. 

Edi menegaskan bahwa akses jalan yang layak merupakan kebutuhan mendasar warga desa dan menjadi penentu berkembangnya ekonomi masyarakat.

“Dengan jalan yang bagus, aktivitas ekonomi lancar, distribusi hasil pertanian mudah, dan kesejahteraan meningkat. Ini yang harus benar-benar diprioritaskan pemerintah daerah,” tegasnya.

Pantauan lapangan menunjukkan kondisi jalan di Desa Koto Tuo Barat masih berupa tanah kuning, terbentang puluhan kilometer menuju perkebunan warga. Saat hujan, jalan berubah menjadi lumpur licin dan sulit dilalui karena tidak adanya parit di sisi kiri dan kanan.

“Beginilah kondisi jalan kami, rusak dan licin. Kalau hujan tak bisa dilalui,” ungkap Amal, petani sawit setempat.
Akibat kerusakan jalan tersebut berdampak besar pada pendapatan warga. Harga sawit jatuh karena ongkos angkut mahal.

“Harga sawit di kebun cuma Rp2.300 per kilo dari harga normal Rp2.800. Ongkos transportasi mahal karena jalan rusak,” keluhnya.

Sebelumnya, Kepala Desa Koto Tuo Barat, Rinaldi, mengatakan pihaknya telah mengadakan pertemuan dengan perwakilan perusahaan dan masyarakat untuk mencari solusi.
“Dalam rapat, mereka sepakat membantu perbaikan jalan dengan penimbunan menggunakan batu gunung atau batu 57,” jelasnya.

Selain itu, Rinaldi akan mengusulkan ke Dinas PUPR Kampar agar dilakukan perawatan lanjutan. ***



HUT PELALAWAN ke 26

Baca Juga