Bersinergi TNI-Polri Kakanwil Ditjenpas Riau Pimpin Razia Lapas, Sita 15 Ponsel dan Sajam
- Sabtu, 29 November 2025 - 07:35 WIB
- Reporter : Hendra Bakti
- Redaktur : Armazi Yendra
Kakanwil Ditjenpas Riau, Maizar, memimpin langsung razia gabungan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru, Jumat (29/11/2025) malam.
KLIKMX.COM, PEKANBARU - Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kakanwil Ditjenpas) Riau, Maizar, memimpin langsung razia gabungan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru, Jumat (29/11/2025) malam.
Razia bersinergi yang digelar secara mendadak ini dilakukan oleh personel gabungan dari TNI-Polri, dan petugas Pemasyarakatan di seluruh blok hunian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
“Razia ini untuk memastikan tidak ada barang terlarang seperti handphone, senjata tajam, narkotika, maupun benda lain yang mengancam keamanan dan ketertiban lapas,” ujar Maizar, saat memimpin apel gelar pasukan sebelum operasi dimulai.
Sebanyak 40 personel gabungan dikerahkan, terdiri dari anggota Polsek Bukit Raya, Koramil 0301-05/Sail, serta pejabat struktural, staf, dan regu pengamanan Lapas Pekanbaru. Razia dilakukan serentak di seluruh blok hunian.
Dalam razia yang berlangsung kurang dari dua jam itu, petugas berhasil menyita 15 unit telepon seluler (ponsel), satu senjata tajam rakitan, dan puluhan barang terlarang lainnya. Meski demikian, petugas tidak menemukan narkoba atau zat terlarang sejenis.
Kakanwil Ditjenpas Riau Maizar menyampaikan apresiasi atas sinergi seluruh instansi yang terlibat dalam operasi tersebut. Ia menegaskan bahwa razia ini merupakan bentuk nyata komitmen bersama menjaga keamanan di tengah kondisi Lapas Pekanbaru yang mengalami overkapasitas lebih dari 200 persen.
“Razia seperti ini akan terus kami lakukan secara rutin dan mendadak untuk menciptakan efek jera. Ini bukti nyata kolaborasi TNI-Polri dan Pemasyarakatan dalam menjaga keamanan di Riau,” tegas mantan Kalapas Kelas IIA Pekanbaru itu.
Seluruh barang bukti yang ditemukan akan diserahkan kepada pihak kepolisian untuk proses pengembangan. Sementara itu, WBP yang kedapatan menyimpan barang terlarang akan dikenai sanksi disiplin berat, termasuk kemungkinan isolasi atau pemblokiran hak kunjungan.
Usai razia, Maizar meninjau langsung beberapa kamar hunian serta berdialog dengan perwakilan WBP. Ia menekankan pentingnya menjaga lingkungan lapas tetap kondusif.
“Lapas bukan sekadar tempat menjalani hukuman, tetapi juga ruang pembinaan. Karena itu, kebersihan, ketertiban, dan keamanan harus dijaga bersama,” pungkasnya. ***



