Cegah Kebocoran PAD

Dishub dan PT YSM Launching Pembayaran Parkir Non Tunai



KLIKMX.COM, PEKANBARU --Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pekanbaru, bersama PT Yabisa Sukses Mandiri (YSM) terus melakukan penataan parkir tepi jalan umum di Kota Bertuah. 

Penataan dilakukan guna memberikan wajah baru perparkiran serta memaksimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari jasa layanan parkir. 

Di bawah kendali PT YSM, selaku rekanan Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru dalam pengelolaan parkir tepi jalan umum, teknologi, pelayanan, dan capaian potensi pendapatan menjadi kunci utama. 

Freego Oktober

Pekan ketiga September ini, pembayaran parkir non-tunai mulai diterapkan. Hal ini guna memaksimalkan pendapatan dan mencegah kebocoran PAD dari jasa layanan parkir. 

"Kita bersama mira, PT YSM menggunakan teknologi dalam pengelolaan parkir tepi jalan. Hari ini kita memberikan pilihan untuk pembayaran non-tunai dengan QR," kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru, Yuliarso, Ahad (19/9/2021). 

Pembayaran jasa layanan parkir non-tunai ini menggunakan QRIS (Quick Respon Code Indonesia Standar). Setiap jukir dilengkapi dengan kode QR yang bisa digunakan masyarakat untuk membayar parkir non-tunai. 

Masyarakat bisa menggunakan aplikasi QRIS untuk melakukan scan code yang ada pada setiap jukir. Masyarakat bisa menggunakan aplikasi seperti Dana, Ovo, Linkaja dan Gopay. 

Untuk tahap pertama, pembayaran parkir non-tunai bakal diterapkan di ruas jalan protokol. Ada sekitar 90 kode QR yang dicetak untuk para jukir. 

"Sambil kita menunggu, satu lagi pilihannya (pembayaran non-tunai) mesin cash list EDC pada Oktober nanti," jelasnya. 

Manajer Operasional PT YSM, Hariyanto menyebut, pembayaran parkir non-tunai merupakan satu komitmen pihaknya dalam membuat wajah baru perparkiran di Kota Pekanbaru. 

"Kedepan kita juga akan menggunakan sistem cash list. Jadi teknologinya, untuk memudahkan konsumen. Kemudian datanya bisa kita baca real time," katanya. 

Dengan penggunaan mesin EDC pendataan di lapangan jelas. Berapa jumlah kendaraan, berapa jumlah lahan parkir yang tersedia dan identitas para jukir di setiap titik. 

Pihaknya terus melakukan sosialisasi ke masyarakat terkait pembayaran parkir non-tunai. Ia optimis, melalui pengelolaan yang baik dan menggunakan teknologi dapat memaksimalkan pelayanan dan pendapatan dari jasa layanan parkir. 

"Penggunaan teknologi ini dapat meningkatkan PAD. Karena penghasilan dapat kita lihat secara real time, ini untuk mencegah kebocoran juga," pungkasnya. 

Penggunaan pembayaran parkir non-tunai ini ditandai dengan launching di pelataran parkir Pasar Buah Jalan Jenderal Sudirman. Dishub bersama PT YSM mengalungkan kode QR kepada setiap jukir. Mereka juga menggelar simulasi atau uji coba pembayaran non-tunai. ***

Baca Juga