MELIHAT NYATA HUTAN LINDUNG YANG TAK DILINDUNGI (2)

Bukit Tabandang Dibabat Ilegal, Sang Raja Hutan Keluar dari Sarang

  • Senin, 09 Januari 2023 - 20:33 WIB


KLIKMX.COM, TELUKKUANTAN - Keadaan begitu memperihatinkan terjadi di kawasan hutan lindung Bukit Tabandang (masih gugusan Bukit Betabuh) Lubuk Ambacang, Hulu Kuantan, Kuantan Singingi (Kuansing). Perambahan besar-besaran terjadi diduga dilakukan oleh pelaku dari Sumatera Barat.

Pekanbaru MX bersama Dea anak jati Lubuk Ambacang bersama dua temannya, Minggu (8/1/2023) sempat masuk ke areal pembabatan tersebut. Dan bahkan menemukan jalan yang baru dibuat oleh perambah di titik koordinat 0.63782.101.34626. Juga mendengar suara mesin alat berat milik perambah yang sedang bekerja menderu dari arah kejauhan.


Pekanbaru MX dan tim juga menemukan hasil tebangan pelaku perambah, seperti seonggok kayu jenis banio ukuran sangat besar. D iatasnya ada Chainsaw merk STIKL. Dea pun langsung turun ke onggokan kayu besar itu. Dan benar saja, Dea akhirnya melihat camp penebang tak jauh dari onggokan pohon itu.


''Pohon banio ini baru ditebang, ini sangat besar. Makanya mereka memotongnya di sini. Sebelum diangkut oleh mobil pengangkut besar,'' terang Dea.

Menurut Dea, pelaku perambah hutan Bukit Tabandang ini diduga berasal dari Provinsi Sumatera Barat (Sumbar). Sekitar 10 kilo dari jalan baru itu, menurut Dea ada pintu jalan masuk para pelaku perambah, yakni di daerah 
Banjar Tengah dan Lubuk Kapiek, Kecamatan Kamang Baru, Kabupaten Sijunjung.

Tiba-tiba terjadi hal yang sangat menakutkan, kami berempat tak berkutik ketika mendengar suara  mendengung yang cukup kuat, seperti suara petikan gitar bass yang menusuk ke jantung. 


Setelah sekian lama terdiam terpaku, kami pun langsung bergegas naik lagi ke tempat jalan yang baru di buat itu. Namun, hal yang mengagetkan kembali terjadi, tampak beberapa jejak seperti jejak kucing yang lebarnya sejengkal lebih tangan orang dewasa seperti menyeberangi jalan menuju belukar hutan.

Pikiran pun langsung ke sang raja hutan, atau harimau sumatera. Dengan penuh kewaspadaan, kami pun langsung memutuskan meninggalkan lokasi hutan dan kembali ke objek wisata Ngarai Batang Ogan. Jantung begitu terasa berdebar, dalam perasaan terasa dari balik belukar hutan, harimau tersebut sedang memantau langkah kami berempat.

Dea pun berujar lirih, menyebut bahwa ini adalah sebuah tanda petaka akan menimpa orang kampung akibat pembalakan liar ini. Harimau sumatera sudah terganggu dan berkeliaran di areal hutan yang sedang dibabat, berjarak hanya sekitar 7 kilometer dari pemukiman warga Lubuk Ambacang.

''Ini sudah jadi petanda, jika ada petaka di kampung kami. Harimau sudah marah dan berkeliaran di areal hutan yang jaraknya hanya 7 kilometer dari pemukiman di Lubuk Ambacang. Sementara habitatnya sedang dirusak oleh perambah,'' lirih Dea.

Kami pun terus mempercepat langkah meninggalkan lokasi jalan yang baru dibuat perambah tersebut. Akan tetapi ketika melangkah, pemandangan aneh juga terlihat dari beberapa pohon-pohon ukuran besar. Di pohon itu ada bertuliskan nama seorang lelaki. Siapakah lelaki itu..?(Bersambung)



Baca Juga