BPOM Temukan 9 Makanan dan 2 Takjil Berbahaya



KLIKMX.COM, PEKANBARU -- Tujuan Intensifikasi Pengawasan Pangan yang dilakukan BPOM adalah untuk melindungi masyarakat dari pangan yang tidak memenuhi standar dan atau persyaratan keamanan. Kemudian menjaga manfaat dan mutu selama Ramadhan dan Jelang Hari Raya Idul Fitri 1442 H. 

Demikian dikatakan Kepala Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Pekanbaru, Yosef Dwi Irwan SSi Apt dalam jumpa pers di kantornya, Senin (10/5/2021). Turut hadir Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Pekanbaru Drs Ingot Ahmad Hutasuhut dan perwakilan Dinas Kesehatan.

BPOM Pekanbaru melalui tim Intensifikasi Pengawasan Pangan, kata Yosef telah melakukan razia selama Ramadhan dan jelang Hari Raya Idul Fitri 1442 H/ 2021.

WR Biru Motor

Selama operasi, sambung Yosef, BPOM melaksanakan Intensifikasi Pengawasan Pangan dengan bekerjasama dengan lintas sektor terkait, yakni Dinas Kesehatan dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota/Kabupaten di Provinsi Riau. 

Pemeriksaan dilakukan kepada 67 sarana distribusi pangan yang tersebar di 8 Kota/Kabupaten di Provinsi Riau, dengan rincian di Kota Pekanbaru, Kabupaten Kampar, Kabupaten Rokan Hulu, Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Kuantan Singingi, Kabupaten Siak, Kabupaten Kepulauan Meranti, dan Kabupaten Rokan Hilir.

''Sarana distribusi tersebut terdiri dari distributor dan sarana retail pangan seperti swalayan, mini market, toko, dan lain-lainnya,'' jelas Yosef Dwi Irwan.

Jumlah yang sama kata dia, juga dilakukan kegiatan Intensifikasi Pengawasan Pangan di Tahun 2020 terhadap 67 sarana distribusi pangan yang diperiksa.

''Hasilnya tahun ini menunjukkan peningkatan persentase sarana yang Tidak Memenuhi Ketentuan (TMK), yaitu dari 2,86 persen menjadi 13,43 persen,'' urai Josef. 

Dari seluruh sampel yang diperiksa, 9 sarana diantaranya dikategorikan TMK di karenakan menjual produk pangan Tanpa Izin Edar (TIE) dan produk TMK Label. 

Produk makanan itu, jelas Josef, merupakan produk impor. Sedangkan, jenis produk lokal yang ditemukan berupa permen, minuman serbuk berperisa, cokelat, dan lain-lain sedangkan produk pangan TMK Label merupakan produk pangan jenis tepung bumbu. 

''Produk TMK tersebut telah dilakukan pemusnahan oleh pelaku usaha dengan disaksikan oleh petugas pengawas dari BBPOM di Pekanbaru, dan retur kepada distributor,'' ungkap Yosef Dwi Irwan.

Sementara itu, total temuan produk yang tidak memenuhi ketentuan sebanyak 217 kemasan dengan nilai ekonomi sekitar Rp4 juta rupiah.

Selain proses pengawasan terhadap pangan olahan, BBPOM di Pekanbaru, kata Yosef Dwi Irwan, juga melakukan sampling dan pengujian terhadap sampel pangan jajanan buka puasa atau takjil pada pasar Ramadhan yang terdapat di 8 Kota/Kabupaten di Provinsi Riau. 

''Sejak awal puasa sampai saat ini kami temukan 2 item takjil mengandung bahan berbahaya dari sebanyak 362 item takjil yang dilakukan sampling dan pengujian (0,55%),'' terang Yosef Dwi Irwan.

Kedua sampel takjil itu, kata Yosef Dwi Irwan, setelah diuji mengandung bahan berbahaya yang ditemukan dalam bubur delima.

''Hasilnya bahan yang ditemukan terdeteksi mengandung Rhodamin B dan kerupuk tepung mengandung Boraks,'' ungkap Yosef Dwi Irwan.

Paska ditemukan, kepada para penjual pangan jajanan buka puasa yang menjual produk mengandung bahan berbahaya diberikan pembinaan bersama dengan Dinas Kesehatan dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan.

''Selama bulan Ramadhan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri Tahun 2021, BBPOM di Pekanbaru berkomitmen untuk senantiasa mengawal keamanan pangan dan melindungi kesehatan masyarakat, sekalipun dalam masa darurat pandemiCOVID-19,'' jelas Yosef Dwi Irwan.

Selama operasi, kata Yosef Dwi Irwan, pihaknya tetap berpedoman pada protokol kesehatan untuk menjaga petugas, pelaku usaha dan masyarakat dari risiko penyebaran virus COVID-19. 

''Setelah ini BBPOM Pekanbaru secara intensif melakukan pendampingan kepada UMKM/pelaku usaha, sosialisasi serta Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) kepada masyarakat terkait mutu dan keamanan pangan,'' kata Yosef Dwi Irwan.

Yosef Dwi Irwan tak lupa menghimbau pelaku usaha pangan untuk patuh terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku dalam menjalankan usahanya. 

Dimasa sekarang ini, Kepala BPOM Pekanbaru, Yosef Dwi Irwan, berharap masyarakat dapat menjadi konsumen cerdas dalam memilih produk pangan aman dengan selalu melakukan ''Cek KLIK''. 

Cek Kemasan dengan memastikan kemasan dalam kondisi baik, tidak rusak,robek, penyok, dll. Kemudian, Cek Label dengan membaca informasi produk pada label, seperti nama dan alamat produsen atau importir, komposisi, netto, kode produksi, ED).

Sedangkan, Cek Izin Edar yaitu memastikan produk telah memiliki izin edar, dan Cek Kadaluarsa adalah memastikan produk yang akan dikonsumsi tidak kedaluwarsa.

Selain hal tersebut, masyarakat saat ini minta Kepala BPOM harus lebih teliti dalam memilih produk pangan yang aman dan bebas dari 3 cemaran, yaitu : bebas dari cemaran fisik (rambut, debu, pecahan batu, staples, dll),bebas daricemaran kimia(Formalin, Boraks, Rhodamin Bdan Metanil Yellow), dan bebas dari cemaran biologi (akibat penangan pangan yang tak higienis) 

Dia juga mengharapkan apabila masyarakat membutuhkan informasi ataupun ingin mengadukan tentang Obat dan Makanan dapat datang langsung ke Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) BBPOM di Pekanbaru di Jalan Diponegoro No. 10 Pekanbaru, atau melalui line berikut :

Layanan Laporan dan Informasi Langsung Kepada Kepala Balai : 081931181809

Telp FaxEmail : : (0761) 21496:(0761) 28755: 

balaipom_pku@yahoo.com
Adapun kontak yang bisa dihubungi yakni 081931181809 (Kepala BBPOM) Telp (0761) 21496, 
Fax : (0761) 28755
Email : balaipom_pku@yahoo.com
pkubbpom@gmail.com
bpom_pekanbaru@pom.go.id
HP : 082172653337
Facebook : Balai Besar POM Pekanbaru.***

Baca Juga