Disomasi Soal Utang Rp1,2 M

Bupati Inhil Tak Punya Iktikad Baik Bayar Utang



KLIKMX.COM, PEKANBARU --Muhammad Wardan disebut melakukan dugaan tindak pidana penipuan dan atau penggelapan dan hutang piutang. Adapun nilainya totalnya sebesar Rp1,4 miliar. Dugaan tindak pidana yang dilakukan Bupati Indragiri Hilir (Inhil) itu tertuang dalam somasi yang dilayangkan oleh seseorang bernama Ahmad Yani Hanafi, melalui kuasa hukumnya, Alazhar Yusuf SH.

Perbuatan orang nomor satu Kabupaten Inhil itu terjadi pada bulan Februari 2015. Dimana, pria yang akrab disapa Wardan itu diduga meminta bantuan kepada teman dekatnya,  Syahril Abu Bakar, untuk mencari uang pinjaman, guna menutupi utang kepada seseorang bernama Heri Putra dan investor yang dijanjikan untuk mendapatkan proyek di Inhil.

Atas hal tersebut, Syahril mendatangi Ahmad Yani Hanafi. Mendengar hal tersebut, atas dasar simpati dan teman baik, Ahmad Yani Hanafi bersedia meminjamkan uang kepada Muhammad Wardan melalui Syahril Abu Bakar. Uang sebanyak Rp1,2 miliar pun diserahkan Ahmad Yani Hanafi kepada Syahril Abu Bakar, yang selanjutnya diberikan kepada Wardan pada 12 Februari 2015.

Promo Gear Mei

Selanjutnya, Ahmad Yani Hanafi kembali bertemu dengan Wardan. Pertemuan itu terkait dengan menawarkan produk lampu impor. Dimana, saat itu Ahmad Yani Hanafi bersama rekannya mengunjungi kediaman Wardan di Pekanbaru, untuk melakukan demo produk dan uji coba lampu. Saat itu, Wardan tertarik dan minta untuk dipasangkan dirumah dinas Bupati Inhil. Yang mana, lampu tersebut akan dipergunakan untuk pesta pernikahan anak Wardan.

Pada awal tahun 2017, Ahmad Yani Hanafi bersama rekannya dan dibantu beberapa orang di rumah dinas Bupati Inhil memasang lampu tersebut baik di dalam maupun di halaman rumah. Setelah semuanya terpasang dan digunakan dalam beberapa bulan, Ahmad Yani Hanafi menanyakan tentang pembayaran atas lampu yang sudah terpasang tersebut.

Mendengar hal itu, Wardan mengatakan kepada Ahmad Yani Hanafi, bahwa lampu tersebut dipinjam pakai dulu. Atas dasar kepercayaan, Ahmad Yani Hanafi pun menyanggupinya.

Pada tahun 2019, Ahmad Yani Hanafi mendatangi Muhammad Wardan untuk menanyakan tentang perihal pembayaran uang lampu tersebut. Betapa terkejutnya Ahmad Yani Hanafi ketika Wardan mengatakan bahwa lampu tersebut sudah dilakukan tender penunjukan langsung atau di PL-kan. Yang mana, harga lampu impor tersebut senilai Rp200 juta.

Terkait dengan kronologi di atas, Alazhar Yusuf SH selaku Kuasa hukum Ahmad Yani Hanafi mengatakan, sampai saat ini tidak ada itikad baik dari Bupati Inhil tersebut.

"Barusan klien (Ahmad Yani Hanafi) telfon, terkait persoalan beliau dengan Wardan belum ada penyelesaian," ucapnya.

Dilanjutkannya, pihaknya berharap agar Wardan segera menyelesaikan utangnya kepada kliennya tersebut. Dikarenakan, kliennya saat ini sedang sakit dan sangat membutuhkan uang.

"Klien kami sedang sakit jantung. Makanya itu kami berharap Bupati Inhil itu bayar utangnya. Klien kami lagi membutuhkan uang," lanjutnya.

Ditambahkannya, mengenai hukum pihaknya tengah menyusun langkah-langkah untuk kedepannya. Namun, dikarenakan kliennya tersebut sedang sakit, hal tersebut menjadi sedikit kendala.

"Kalau langkah hukum bisa, tapi posisi sekarang agak sulit, karena kondisi klien kami lagi sakit. Nantilah tunggu membaik baru kita gunakan langkah hukumnya," tambahnya.

Sementara itu, Wardan yang kembali dikonfirmasi Pekanbaru MX melalui pesan WhatsApp, belum juga membalas. Hal yang sama juga dilakukan oleh Kepala Dinas (Kadis) Komunikasi Informatika (Kominfo), Statistik dan Persandian Kabupaten Inhil, Trio Beni Putra. Dia juga tidak membalas pesan WhatsApp tim klikmx.com.

Terpisah, Syahril Abu Bakar saat dihubungi untuk dikonfirmasi terkait namanya yang disebut sebagai perantara mencari uang pinjaman, tidak menjawab panggilan telepon. ***

Baca Juga