Dugaan Korupsi 6 Kegiatan Setda

Sebut Rp500 Juta untuk KPK, Jaksa Dalami Pengakuan Mantan Kabag Umum



KLIKMX.COM, KUANSING -- Usai memeriksa Nanda, sopir pribadi Bupati Kuansing Mursini, yang mengaku turut mengantar uang Rp500 juta ke Batam atas perintah Bupati Mursini. Saat ini pihak kejaksaan bakal mendalami siapa orang yang menerima uang dari kasus anggaran 6 kegiatan di Setda Kuansing 2017 itu yang disebut-sebut adalah oknum KPK.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kuansing Hadiman MH kepada klikmx.com Selasa (11/5/2021) pagi menjelaskan, jika pihaknya juga akan mendalami kemana uang 500 juta itu diberikan. 

Dalam fakta persidangan kasus ini beberapa waktu lalu, mantan Kabag Umum M Saleh yang juga terpidana dalam kasus ini mengaku disuruh Bupati Mursini untuk mengantarkan uang 500 juta itu kepada seseorang yang disebut Mursini adalah orang KPK yang sedang berada di Batam. 

WR Biru Motor

M Saleh lalu memerintahkan Verdi dan dua temannya itu mengantar uang tersebut untuk diserahkan kepada seseorang yang disebut orang KPK ke Batam. Lalu, dengan berbekal handphone dan nomor orang yang dimaksud, uang itu akhirnya diserahkan kepada yang bersangkutan di parkiran Bandar Udara Hang Nadim Batam.

Namun, menurut Hadiman, hal itu perlu pendalaman, pihaknya akan terus mengejar kemana perginya uang tersebut dengan memeriksa kembali saksi-saksi termasuk M Saleh untuk mengetahui orang KPK mana yang dimaksud. Sebab, harus diketahui apa motif dari pemberian uang itu kepada orang yang disebut dari KPK itu.

''Itu M saleh yang buka sewaktu sidang Tipikor di PN Pekanbaru. Nanti kami perdalam lagi, KPK mana yang dimaksud M Saleh itu,'' ujar Hadiman.

Untuk diketahui, pengembangan kasus yang sangat menyita perhatian publik di Kuansing ini, sudah masuk ke tahap pemeriksaan saksi-saksi dan saksi ahli. Mulai dari Wakil Bupati Kuansing Halim, mantan Ketua DPRD yang juga Bupati terpilih Andi Putra dan Bupati aktif Mursini serta dua mantan anggota DPRD Kuansing Musliadi dan Rosi Atali bahkan lima terpidananya pun turut diperiksa sebagai saksi oleh jaksa.

''Pemeriksaan saksi-saksi akan dilanjutkan usai lebaran nanti dengan menghadirkan dua saksi ahli yaitu ahli administrasi negara dan ahli keuangan dan perbendaharaan negara. Usai pemeriksaan saksi ahli itu, jika sudah menemukan dua alat bukti, kita akan mengumumkan tersangka baru dalam kasus di Setda Kuansing ini,'' pungkas Hadiman.

Sebelumnya, Kajari Hadiman mengaku, pihaknya telah melakukan pemeriksaan kembali terhadap  M Saleh mantan Kabag Umum Setda Kuansing untuk menindaklanjuti putusan hakim. Dalam putusan yang dibacakan hakim, ada aliran dana cukup besar mengalir ke sejumlah orang.

Aliran dana Rp1,5 miliar yang bersumber dari dana enam kegiatan di Setda Kuansing dari APBD 2017 sebesar Rp13.300.650.000 miliar. 
Diduga ada sejumlah pejabat teras di lingkungan Pemkab Kuansing yang turut menerima aliran dana tersebut.***

Baca Juga