Dihantam Tugboat, 2 Nelayan Terombang-ambing 24 Jam di Selat Malaka


KLIKMX.COM, MERANTI-- Kapal 2 GT milik Nelayan asal kabupaten Kepulauan Meranti, ditabrak Tugboat pengangkut pasir di perairan Selat Malaka pada Selasa (23/6/2020) dini hari lalu.

Akibatnya kapal milik nelayan dari desa Tanah Merah, kecamatan Ransang Pesisir tersebut hancur berkeping di lautan.

Tak hanya itu, pemilik kapal Baharudin (54) dan ABK nya M Aidil (18) jatuh dan mengapung-ngapung di lautan selama 24 jam dengan hanya menggunakan coolbox.

Setelah 24 jam terombang-ambing, korban akhirnya berhasil selamat setelah dibantu kapal nelayan lainnya asal desa Kembung, Bengkalis yang kebetulan melintas. 

Demikian diceritakan Baharudin, Kamis (25/6/20) kepada wartawan klikmx.com setelah membuat pengaduan di Dinas Perikanan Kabupaten Kepulauan Meranti.

"Kejadian nya pada hari Selasa 23 Juni sekira pukul 00.30 WIB dan Alhamdulillah, berhasil menemukan kapal nelayan dari Kembung setelah lebih dari 20 jam kami mengapung," ungkapnya.

Diceritakannya, setelah ditabrak, kedua korban sempat bergulung dramatis di bawah body Tugboat yang belum diketahui pemiliknya itu.

"Kami sesak, kami tak menyangka kami selamat dilindas Tugboat, Alhamdulillah, Allah memberi kami umur panjang," tuturnya dengan raut wajah lesu.

Setelah mengadukan ke Dinas Perikanan, korban yang didampingi tokoh nelayan Ransang, Aziz Arika akan ke KSOP Selatpanjang dan ke Makopolres Kepulauan Meranti.

"Kami juga sudah berkoordinasi dengan Bupati, juga Gubernur Riau dan Kadis Perikanan Riau atas kejadian ini," ungkap Aziz.

Mantan Anggota DPRD Kepulauan Meranti ini juga berjanji akan memperjuangkan hak Nelayan yang telah menjadi korban tabrak Tugboat tersebut.

"Kita akan perjuangkan hak mereka, kita harap instansi terkait  bisa mengungkap identitas pemilik Tugboat untuk bertanggung jawab," kata Aziz.***

Jual-Rumah

Baca Juga