Dugaan Korupsi Proyek tiga pilar

Selasa, Bupati Kuansing Terpilih dan Mantan Bupati Dipanggil Jaksa



KLIKMX.COM, KUANSING - Selain mengusut kasus 6 kegiatan Setda Kuansing di tahun 2017, Kejaksaan Negeri Kuansing juga memperioritaskan kasus dugaan korupsi pembangunan pasar modern. 

Dua nama besar di Kuansing, yakni Bupati Kuansing terpilih, Andi Putra dan Mantan Bupati Kuansing, Sukarmis dijadwalkan akan dipanggil untuk diperiksa guna keperluan pendalaman kasus dugaan korupsi pembangunan proyek tiga pilar yang mangkrak. Pemanggilan dijadwalkan Selasa, (18/5/2021) lusa.

Kepala Kejari Kuansing, Hadiman MH kepada Pekanbaru MX Sabtu (15/5/2021) malam mengatakan l, pihaknya sudah mengantongi beberapa nama untuk diperiksa terkait kasus pasar modern ini. Setelah sebelumnya ada 15 saksi yang sudah diperiksa untuk pendalaman kasus ini.

Jebret

''Selasa besok kita akan lakukan pemanggilan terhadap pak Andi Putra dan pak Sukarmis serta Indra Agus. Sebelumnya kita sudah memeriksa 15 saksi termasuk mantan Wakil Bupati Kuansing Kuansing, Zulkifli,'' ujar Hadiman.

Menurut Hadiman, selain kasus 6 Kegiatan Setda Kuansing 2017, pada tahun ini, 2021 pihaknya menargetkan akan menyelesaikan kasus pembangunan proyek tiga pilar yakni, Pasar Modern, Hotel Kuansing dan Universitas Islam Kuantan Singingi (UNIKS).

Untuk itu, segala pihak yang dianggap bertanggung jawab dalam semua kasus ini akan diperiksa untuk mendapatkan bukti-bukti baru hingga siapa tersangka baru akan dapat diketahui secepatnya.

''Kita targetkan dalam tahun 2021 ini semua kasus yang kita tangani ini dapat selesai. Tersangka barunya pun dapat kita tetapkan secepatnya. Semua yang terlibat akan kita panggil tanpa pandang bulu,'' pungkas Hadiman.

Untuk diketahui, pembangunan proyek tiga pilar dilakukan pada 2014 lalu. Yang mana, nama-nama yang dipanggil seperti Sukarmis sebagai bupati, dan Zulkifli selaku wakil bupati serta Indra Agus selaku Kepala Bapeda kala itu.

Sementara bupati terpilih Kuansing Andi Putra saat itu menjabat sebagai  Ketua DPRD Kuansing. 

Diketahui, anggaran Pasar Tradisional Berbasis Modern itu mencapai Rp44 miliar dan dalam pembangunannya dilaksanakan oleh PT Guna Karya Nusantara.

Sedangkan untuk UNIKS dan Hotel Kuansing masing-masing memiliki anggaran Rp51 miliar dan Rp 41 miliar. Namun, pembangunannya yang dimulai sejak tahun 2014 hingga tahun 2015 tidak selesai, dan sempat dianggarkan lagi untuk biaya penambahan pada tahun 2015 dengan anggaran masing-masing Rp5 miliar untuk Pasar, Rp8 miliar untuk Hotel Kuansing dan Rp 23 miliar untuk UNIKS. 

Namun, hingga kini tahun 2021 pembangunan tiga proyek itu tak kunjung tuntas alias mangkrak. =MX10

Baca Juga